Senin, 17 September 2012

Dakwah nabi secara sembunyi-sembunyi

Tahapan dakwah Rasul terbagi menjadi dua sesi, yaitu Dakwah Secara Sembunyi-sembunyi, dan dakwah secara terang-terangan. Kali ini akan dibahas bagaimana Dakwah nabi Secara Sembunyi-sembunyi.
Setelah Rasulullah SAW diutus menjadi Rasul dan agar melaksanakan dakwahnya kepada orang Quraisy, maka Rasulullah merasa bingung bagaimana memulai pendakwahannya tentang ajaran baru yaitu Islam. Pada akhirnya Rasulullah melaksanakan dakwah tersebut dengan tahapan pertama, yaitu dakwah secara sembunyi-sembunyi. Dakwah tersebut dilakukan Rasulullah di seputar keluarganya, selain itu juga dilakukan di kalangan orang-orang tertindas, lemah, dan membutuhkan pertolongan.
Pada tahapan ini, Rasulullah mengajak mereka memeluk Islam, membina mereka dengan pemikiran-pemikirannya, membimbing mereka dengan hukum-hukumnya dan membentuk kutlah atau kelompok. Demikian itu menunjukkan bahwa Rasulullah tidak pernah lepas dari dakwah dan bersungguh-sungguh membina orang-orang yang masuk Islam dengan pemikiran-pemikiran. Beliau mengumpulkan mereka di rumah Al-Arqam, dan mengirim sahabat yang akan membina mereka dalam bentuk kutlah di berbagai halaqah. Selain kutlah, Rasulullah membina secara berkelompok. Pembinaan secara kelompok yang dilakukan oleh Rasulullah hanya untuk orang-orang yang bersimpati kepada Islam dan siap untuk menerima Islam.
Materi dakwah yang dilakukan Rasulullah secara sembunyi-sembunyi merupakan ayat-ayat yang turun kepada Rasul untuk mengajak pada ketauhidan, mengingkari keberhalaan, dan kesyirikan serta mengutuk keduanya, dan mencela bapak-bapak dan nenek moyang tanpa pemikiran. Muatan ayat-ayat yang turun mencela muamalah-muamalah yang rusak, menyerang riba dan menhantam perdagangan yang rusak dna penipuan dalam takaran dan timbangan.

Selama tiga tahun berdakwah, hanya empat orang/ pengikut yang masuk Islam dan menjadi pengikut Rasulullah. Diantaranya adalah Istri nabi Muhammad Khadijah, dari keluarganya adalah Ali bin Abi Thalib, sedangkan dari kalangan budak adalah Zaid bin Harisah, dan dari kalangan kerabat dekatnya Abu Bakar atau yang disebut juga dengan nama Attiq bin Usman. Dengan perantara Abu Bakar, banyak orang yang masuk Islam, diantaranya; Usman bin Affan, Talhah bin Ubaidillah bin Jarrah, Abdurrahman bin Auf, Arqam bin Abil Arqam, Fatimah binti Khottob, dan suaminya dna lain-lain.
Pada tahap pertama ini, tantangan yang dialami oleh Rasulullah masih sedikit, karena masih dalam tahap sembunyi-sembunyi, jadi belum terlalu keras dan terjal dalam pendakwahannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar